Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Jelaslah kiranya, bahwa untuk mengetahui "Apa dan Siapa Ah­madiyah" sampai kepada lubuk dasarnya, pada hakikat dirinya latar belakang munculnya, kekuatan berpijaknya serta bayangan tempat berteduhnya, akan memerlukan ketekunan menggarap dan ketelitian menelaah kitab-kitab Ahmadiyah baik yang Qadiani maupun yang Lahore. Alhasil kita harus masuk liwat belakang dari pintu dapur Ahmadiyah, dimana masakan Mirza Ghulam Ahmad ini, digarap.

Nama "AHMADIYAH" bukan pertama kalinya ada setelah Mirza Ghulam Ahmad membentuk atau mengadakannya. Jauh-jauh sebelum Mirza Ghulam dikenal, nama Ahmadiyah itu telah ada. Ketika Mirza Ghulam masih bocah jadi masih belum ada apa-apa padanya, Sir syed Ahmad Khan, (1817-1898) pendiri Aligarh yang mashur itu, pada tahun 1842 membukukan hasil-hasil kuliyah-kuliyahnya dengan judul: "Al-Khutbatu-Al-Ahmadiyah" Ketika itu Mirza masih berumur kurang lebih tujuh tahun.

Identitas Sang Pemimpin

Nama dan keturunan: Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, mempunyai banyak nama dan keturunan. Suatu keistimewaan buat dia, konon semua itu diperoleh dari Tuhannya. Bahkan yang lebih menarik lagi, Mirza Ghulam Ahmad menguasai banyak bahasa, antaranya: Bahasa Urdu, Inggris, Arab, Parsi, dan bahasa Ibrani. Dengan bahasa-bahasa itulah ia berdialog dengan Tuhannya.

"Hazrat Ahmad a.s. lahir pada tanggal 13 Pebruari 1835 sesuai dengan 14 Syawal 1250 hijrah, hari Jum'at pada waktu shalat shubuh, di rumah Mirza Ghulam Murtaza di desa Qadian. Beliau lahir kembar, yakni beserta beliau lahir pula seorang anak perempuan yang tidak berapa lama meninggal dunia. Demikianlah sempurna kabar ghaib yang telah ada dalam buku-buku Agama Islam, bahwa Imam Mahdi akan lahir kembar. "2


Klik gambar dibawah ini atau klik gambar > Save Link As...

Jangan lupa mengganti (rename) nama file ahmadiyah.chm.mpg > menjadi ....ahmadiyah.chm



ahmadiyah.chm (132 KB)

sibin2007 wrote on Jun 16, '08, edited on Jun 16, '08
Adakah myQers yang tertarik mengusut insiden monas, di lapangan (real world)?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,39855.0.html

** AWAS... F I T N A H D A J J A L !!! **
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32222.0.html

SEMI ALMASIH AD-DADJAL
http://myquran.org/forum/index.php/topic,36593.0.html

KUMPULKAN MEDIA2 YG Harus Disingkirkan Dari Tengah UMAT ISLAM!!!
http://myquran.org/forum/index.php?topic=39741.0

thread (gabungan) : Semuanya ttg permasalahan FPI dan AKKBB
http://myquran.org/forum/index.php/topic,39526.0.html

Kapolri: AKKBB Sendiri yang Cari Masalah
http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?t=22395

***********************************************************************

SERBA SERBI AHMADIYAH & NABI PALSU
http://www.asysyariah.com/

***********************************************************************

Debat SKB Ahmadiyah di TV-one JIL vs Islam
Debat JIL/AAKBB vs Tim Pembela Islam
http://gallery.swaramuslim.com/details.php?image_id=177
Video perdebatan ini disajikan secara lengkap mulai dari bagian 1 - 16, jika anda menyimak semuanya pasti anda akan menyerap banyak ilmu baik ajaran inti dari ahmadiyah dan sebabnya di larang diindonesia, yang jelas, perdebatannya penuh obsesi dan emosi, selamat menyimak..!!

Mahendradatta & Adnin Armas, MA
vs
Usman Hamid & Abdul Moqsith Ghazali

Plus Eggy Sudjana vs Abdul Moqsith Ghazali

  Baca Lanjut 
sibin2007 wrote on Feb 8, '09
ebook ahmadiyah.chm (132 KB) bisa juga didownload disini
http://assalambook.as.funpic.org/EBOOKS/eBook_CHM/ahmadiyah.chm
sibin2007 wrote on Feb 16, '09


« pada: 26 Oktober 2007, 06:57:56 »




Rosul palsu lagi...palsu lagi....gak ada habisnya....

dari dulu ada fenomena yg saya amati....
semua kasus boleh dibilang mirip....sama2 ketemu SETAN! dari Ilham/mimpi dari SETAN!
seperti LIA EDAN, mungkin masih banyak lagi yg belum terungkap/mengikrarkan diri...Yiiihaaaa!

kaya'nya artikel ini perlu direvisi jadi "Negeri Seribu Nabi Palsu...."
http://ccc.1asphost.com/assalam/ArtikelIslam/KLENIK/Negeri_Seribu_HANTU.asp

Tipikal masyarakat kita yg akrab dg KLENIK dan mudah terpedaya dg Klenik....
apalagi krisis yg berkepanjangan dan masalah yg menumpuk...
begitu mudah terjerumus untuk meminta bantuan JIN IFRIT dengan perantara NABI PALSU....
ditambah lagi dampak globalisasi pada kejenuhan hidup....yg cenderung membawa orang mencari PELARIAN

umumnya orang akan terpedaya dg segala bantuannya untuk menyelesaikan masalahnya...
Apa2 yg diberikan oleh sang penyeru setan....dianggap seolah2 INFORMASI/bantuan dari malaikat...

Fenomena ini patut menjadi perhatian serius kita semua....

sekian dulu...wassalam



Fatwa Ulama Tentang Aliran Sesat dan Menyesatkan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32832.0/all.html

FAKTOR-FAKTOR TIMBULNYA AJARAN SESAT
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg750247.html#msg750247


Edited 16 Feb 2009
Usulan dari momod untuk membuat daftar isin / INDEKS ARTIKEL Kedip-kedipin
dimulai dari yg terakhir

DAFTAR ISI /  INDEKS ARTIKEL
Informasi yg ada di thread ini :

Dunung Urip / Dogma Lima Perkara
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1558008.html#msg1558008

Mengaku Islam, Aliran Syafaatus Shalawat tak Sembah Allah Swt
dan Pengaku Nabi Baru di Aljazair Difatwa Mati
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1551578.html#msg1551578

Pemimpin Satria Piningit Mengaku Jadi Tuhan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1535946.html#msg1535946

yg mengaku Imam Mahdi "mereka yang belum datang dan mereka yang sudah datang."
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1532976.html#msg1532976

Mengaku "Tuhan", Sah Berzina Tukar Pasangan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1531269.html#msg1531269

Aliran Sesat, Baca Quran Sambil Disko
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1500921.html#msg1500921

Nabi Palsu Malaysia Anggap Haji Rekaan Arab Saudi
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1500918.html#msg1500918

Lia Eden dan Kesombongan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1463560.html#msg1463560

Tiga Juta Anggota FPI Siap Bubarkan Ahmadiyah dan Ganyang Sepilis
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1455798.html#msg1455798

Wahyu dalam Selebaran Lia Eden Minta Agama Islam Dihapus
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1454878.html#msg1454878

Lakukan Penodaan Agama Penyebab Lia Eden Kembali Ditangkap
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1454782.html#msg1454782

Formis Deadline Ahmadiyah Padang
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1447610.html#msg1447610

Rekomendasi Bakorpakem Padang Larang Ahmadiyah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1408293.html#msg1408293

Tak ada lagi nabi setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1390913.html#msg1390913

Ajaran Sesat Klang Kembali
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1340326.html#msg1340326

Pemprov Sumsel Resmi Larang Ahmadiyah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1340319.html#msg1340319

AL-QIYADAH ISLAMIYAH DAN KAUM LIBERAL
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1228916.html#msg1228916

Heboh," Nabi Adam" dari aceh
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1214200.html#msg1214200

Agama Baru, Nabi Palsu
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1193363.html#msg1193363

Mitos Ratu Adil dan Fenomena Hangat Nabi/Rasul Palsu
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1193356.html#msg1193356

Dituduh Menyesatkan, Chandra E-mail SBY
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1180695.html#msg1180695

Nabi Palsu Dari Lampung Muncul setelah SKB Ahmadiyah dan Bush Pun Mengaku Menjadi Nabi
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1180607.html#msg1180607

Menangani Kelompok Pendukung Nabi Palsu
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1177957.html#msg1177957

Apa ada kemungkinan aksi intelijen?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1162833.html#msg1162833

12 butir pernyataan yang dibacakan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI),
ditengarai murni rumusan Kabalitbang Depag
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1159498.html#msg1159498

FILM "MENGAKU RASUL"
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1126816.html#msg1126816

MUI Desak Pemerintah Keluarkan Undang-Undang Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg955068.html#msg955068

Psikologi Aliran Sesat - gangguan jiwa
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg952440.html#msg952440

WAHYU DAN NABI MUHAMMAD
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg944906.html#msg944906

”Tragedi Keilmuan di UIN Jakarta”
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg940086.html#msg940086

Orang Awam Membanting Kritik Intelek Liberal
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg936710.html#msg936710

MANUSIA DIBAWAH ANCAMAN (AJARAN) SESAT
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg933601.html#msg933601

SEBAB-SEBAB KEMUNCULAN AJARAN SESAT
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg932871.html#msg932871

DPR Dukung Pembubaran Ahmadiyah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg924384.html#msg924384

[-Melawan Fitnah-] Tembakkk JARINGAN IBLIS LIBERAL
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg919693.html#msg919693

AKANKAH MANHAJ MUHAMMADIYAH AKAN BERUBAH MENJADI LIBERAL ?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg914825.html#msg914825

Buku Nabi Palsu Gegerkan Bandung
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg914358.html#msg914358

KH Ma'ruf Amin: Paham Liberal Masih Ada di NU
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg913205.html#msg913205

Hasyim Tak Setuju MUI Dibubarkan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg913202.html#msg913202

Hadits dan Virus Orientalis
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg898350.html#msg898350

Asal Usul aliran Ingkari Sunnah (anti hadis):
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg898310.html#msg898310

Catatan Seorang Guru ((9) : Sesat Menyesatkan Karena Kebodohan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg896404.html#msg896404

Bahaya Aliran Sesat dan Menyesatkan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg896358.html#msg896358

AWAS..!! PROPAGANDA PEMURTADAN BERLABEL ISLAM
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg895831.html#msg895831

LIMA PULUH TOKOH ISLAM LIBERAL INDONESIA
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29959.0.html

Awas, Virus Liberal Masuk Pesantren!

http://myquran.org/forum/index.php/topic,33986.0.html

Reinkarnasi, Keyakinan Kafir
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg887561.html#msg887561

KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONEISA
Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005

Tentang
PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA

http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg886229.html#msg886229

Di Balik Aliran Sesat, Siapa Bermain?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg885026.html#msg885026

KH. Cholil Ridwan anggap Jumpa Pers Ahmadiyah Konspirasi
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg885024.html#msg885024

Ahmadiyah Keluarkan 12 Butir Penjelasan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg877793.html#msg877793

JIL Sejak 2001 Menebar Resah (1)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg877459.html#msg877459

Pembela Aliran Sesat Lebih Bahaya Dari Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg875355.html#msg875355

Kelompok dibalik Gerakan Menolak Fatwa MUI
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg867115.html#msg867115

Aliran Sesat (Kritik Terhadap Media dan Penyiaran)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg867085.html#msg867085

Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg864530.html#msg864530

Aliran Sesat Langgar HAM
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg857722.html#msg857722

MUSLIM AWAM MENEKUK INTELEK LIBERAL ( JIL)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,22639.msg550862.html#msg550862

Mengenal aliran sesat Jaringan Islam Liberal
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg856236.html#msg856236

Fatwa Ulama Tentang Aliran dan Paham non-Islam
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32832.0/all.html

Gaung Ingkarus-Sunnah di Indonesia
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg854267.html#msg854267

Membongkar Aliran Sesat  A to Z
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg854219.html#msg854219

Akhirnya Musailamah diperangi oleh Khalifah Abu Bakar dan ia mati dibunuh oleh Wahsyi
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg852809.html#msg852809

Ada Skenario di Balik Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg851257.html#msg851257

Kepentingan Global di balik Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg851223.html#msg851223

Iblis Datang Dari Muka, Belakang, Kanan, dan Kiri Kita
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg836720.html#msg836720

CONTOH TIPU DAYA/SKENARIO SETAN
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg831984.html#msg831984

Aliran Sesat di Indonesia dan Penyebab Kemunculannya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg824503.html#msg824503

Pasca Al- Qiyadah, Ditemukan Sejumlah Aliran Sesat di Bandung
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg823520.html#msg823520

Untuk kaum muda beriman tipis
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg821980.html#msg821980

Mahasiswa Penganut Aliran Sesat Umumnya Punya IP Rendah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg821961.html#msg821961

AWAS!!!, ORANG SAKIT JIWA MENGHANTUI KELUARGA ANDA
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg820205.html#msg820205

Apa Solusinya Bagi Aliran Sesat?: Sebuah Perspektif Sosiologis
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg810881.html#msg810881

Kalau Anda Anak Muda Indonesia yang sedang bermasalah dengan Aliran Sesat di sekolah, kampus, rumah dan kantor? Waspadalah, laporkan ke polisi terdekat.
"Selamatkan Indonesia dari Aliran Sesat "

Yak Yik
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg809393.html#msg809393


Pembinaan Guru Agama Dalam Antisipasi Penyebaaran Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg809348.html#msg809348

AJARAN SESAT DAN PENGARUHNYA, JENIS AJARAN SESAT,Taktik Penyebaran
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg807577.html#msg807577

Fenomena Aliran Sesat Tamparan bagi Pendakwah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg807491.html#msg807491

Warga/Mahasiswi Hilang Misterius, Terkait/Diduga Ikut Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg806325.html#msg806325

Re: koq bisa tersesat ?.... Hmmm
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg805569.html#msg805569

Kesimpulan saya (abu_mujaddid) ada 2 sumber gerakan sesat :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg804548.html#msg804548

SATANIS - Gerakan konspirasi globa yang dipelopori tokoh dan organisasi antiagama
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg803107.html#msg803107

"ISU SENTRAL" sebagai alat/propaganda
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg802068.html#msg802068

Rapat MUI Dikagetkan Kehadiran Wanita Mengaku Juru Selamat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg801392.html#msg801392

Siswi Sekolah di Maroko Lakukan Ritual Mistis yang Menodai Al-Quran
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg801147.html#msg801147

Mahasiswa Jadi Target Penyebaran Aliran Sesat
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg798451.html#msg798451

kok bisa tersesat? Salah satunya dg POLA INDOKTRINASI, menyampaikan penafsiran yg menyimpang
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg797528.html#msg797528

Waspadai Ajaran "Al Qur`an Hijau"
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg797162.html#msg797162

Al-Qur'an : perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg795710.html#msg795710

Aliran Aliran Sesat di Indonesia
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg780134.html#msg780134

Re: "Memahami" Gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah
hal-hal yg perlu diwaspadai...(perekrutan jamaah)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg779673.html#msg779673

Pernah kepikiran nggak kalau ini kerjaan para teliksandi jahat anti Islam
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg771835.html#msg771835


Edited 16 Feb 2009
Usulan dari momod untuk membuat daftar isin / INDEKS ARTIKEL Kedip-kedipin
dimulai dari yg terakhir


Link Informasi yg ada dalam thread ini : Baca Koran

dari :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1532976.html#msg1532976
Kutip
- Agama Kristen Nyaris Roboh
http://myquran.org/forum/index.php/topic,24376.0/all.html
di ebook:
Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah
download :
http://sibin2007.multiply.com/video/item/7

Tak ada lagi nabi setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
http://myquran.org/forum/index.php/topic,40479.0.html

Ajaran Sesat Klang Kembali
http://www.youtube.com/watch?v=ylYeIiAoi4I&feature=related

dari :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1193363.html#msg1193363
Kutip
Isu Kenabian yang Diselewengkan
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=672

Kenabian dan Kerasulan Berakhir dengan Kenabian dan Kerasulan Muhammad bin Abdillah Al-Hasyimi
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=673

Kemunculan Nabi Palsu, Pertanda akan Datangnya Kiamat
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=674

Hukum Seseorang yang Mengaku-ngaku Nabi atau Rasul
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=675

Akidah Ahmadiyah
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=677

dari :
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1180847.html#msg1180847
Kutip

dari:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg1178760.html#msg1178760
Kutip


Kajian Aliran Firqoh
Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
http://swaramuslim.net/islam/weblog.php?id=C0_47_4

Membongkar Barbagai Aliran Sesat  A to Z
http://swaramuslim.net/galery/sekte/index.php

PEMERINTAH KESULITAN MENERBITKAN SKB ttg AHMADIYAH
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6996&Itemid=1

insiden Monas  cuma “asap”. Untuk menghilangkannya, maka, apinya harus lebih dahulu dipadamkan
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6999&Itemid=1

"AWAS!!!, ORANG SAKIT JIWA MENGHANTUI KELUARGA ANDA"
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg820205.html#msg820205

[INFO]:  Mengenal Ajaran Kafirisasi
Mengungkap Agenda Iblis Laknatullah menguasai dunia

http://www.swaramuslim.net/galery/kafirisasi/index.php

LIMA PULUH TOKOH ISLAM LIBERAL INDONESIA
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29959.0.html

SEPULUH PROGRAM INTERNASIONAL FREEMASONRY
http://myquran.org/forum/index.php/topic,25048.0.html

GHAZWUL FIKRI
http://myquran.org/forum/index.php/topic,63.0.html

AWAS !!! Teror Kata Berkedok "Kasih"
http://myquran.org/forum/index.php/topic,24918.0.html


Sekedar jadi bahan perenungan ....Peace ahhh! Peace ahhh!

Aktivitas user alqiyadah di myQuran, sebuah Fitnah bagi Muslim di dunia Nyata.
Cukuplah jawaban ini
http://myquran.org/forum/index.php/topic,35273.msg940697.html#msg940697
dan ini
http://myquran.org/forum/index.php/topic,35273.msg939468.html#msg939468
juga
http://myquran.org/forum/index.php/topic,35273.msg939491.html#msg939491

Dialog Dengan Aktivis JIL
http://www.insistnet.com/content/view/183/30/

Keluarkan perusak-perusak agama & pendidik yg rusak....
Horor Di UIN Jakarta... Yie.. hahaha
http://myquran.org/forum/index.php/topic,35246.0.html


[-Melawan Fitnah-]
JARINGAN IBLIS LIBERAL
http://www.nojil.8m.net

Dari:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg896358.html#msg896358
Kutip
[-Melawan Fitnah-] JARINGAN IBLIS LIBERAL
http://www.nojil.8m.net/

Membongkar Aliran Sesat  A to Z
http://swaramuslim.net/galery/sekte/index.php

Fatwa Ulama Tentang Aliran Sesat dan Menyesatkan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32832.0/all.html

AWAS... F I T N A H D A J J A L !!!
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32222.0.html

Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,33093.0.html

GHAZWUL FIKRI...
http://myquran.org/forum/index.php/topic,63.0.html

Selamatkan Bangsa dari Aliran Sesat!!
http://www.selamatkanbangsa.blogspot.com/


AWAS..!! PROPAGANDA PEMURTADAN BERLABEL ISLAM
http://www.nojil.8m.net/murtad.html

LIMA PULUH TOKOH ISLAM LIBERAL INDONESIA
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29959.0.html

Awas, Virus Liberal Masuk Pesantren!
http://myquran.org/forum/index.php/topic,33986.0.html

Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya... Sip, mantap!
http://myquran.org/forum/index.php/topic,33093.0.html

Fatwa Ulama Tentang Aliran Sesat dan Menyesatkan
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32832.0/all.html

Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,33093.0.html

GHAZWUL FIKRI...
http://myquran.org/forum/index.php/topic,63.0.html

SEPULUH PROGRAM INTERNASIONAL FREEMASONRY
http://myquran.org/forum/index.php/topic,25048.0.html

AWAS... F I T N A H D A J J A L !!!
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32222.0.html

PEMERINTAH TIDAK INGIN INDONESIA KONDUSIF...Watawww
http://www.suara-islam.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1674&Itemid=75

Al-Humaidi, gurunya Imam Bukhori berkata, “Demi Allah, bahwa kuperangi  orang-orang yang menolak hadits Rasul (shallallahu ‘alaihi wa sallam) lebih kucintai daripada aku memerangi orang non muslim (kafir).” (Al-Harawi dalam Dzammul Kalam)

Artikel : NABI BARU ?
http://pustakamawar.wordpress.com/2007/10/25/nabi-baru/


thread:"aliran sesat"
MUSLIM AWAM MENEKUK INTELEK LIBERAL ( JIL)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,22639.msg550862.html#msg550862

BEGINILAH SEPAK TERJANG ALIRAN SESAT ITU MEREKRUT & MENYESATKAN JEMAAHNYA
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&Itemid=79&func=view&catid=19&id=42368

Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya”
http://www.media-islam.or.id/category/aliran-sesat/

Dari Moshaddeq Sampai Mount Carmel (1)
http://www.sasak.net/modules/wordpress/?p=226

Dari Moshaddeq Sampai Mount Carmel (2)
http://www.sasak.net/modules/wordpress/?p=227

Menanggapi Taubat Aktivis alqiyadah di myquran Hmmm
http://myquran.org/forum/index.php/topic,32657.0.html

Mengenal aliran Sesat Salamullah
http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=1078_0_4_0_M

Download File Presentasi “Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya”
http://www.media-islam.or.id/wordpress/wp-content/uploads/2007/11/aliran-sesat-dan-cara-menghindarinya.ppt

Skenario/Campur tangan SETAN dan Campur tangan ASING ?  Baca Koran
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29251.msg805569.html#msg805569

Pahami lagi masalah ghoib
http://d.1asphost.com/assalamghoib/



Coba baca lagi "ISU SENTRAL" sebagai alat/propaganda Hmmm
http://myquran.org/forum/index.php/topic,30521.msg798445.html#msg798445


Fenomena 4 Aliran Sesat Di Indonnesia ...
Tayangan ini menampilkan tentang fenomena 4 aliran sesat yang akhir-akhir ini
http://video.aol.com/video-detail/fenomena-4-aliran-sesat-di-indonesia/3662433713

Nabi-nabi Palsu
http://tausyiah275.blogsome.com/2005/09/20/nabi-nabi-palsu/

Inilah Sebagian Aliran Sesat Di Indonesia..
http://hafez.wordpress.com/2007/10/29/inilah-sebagian-aliran-sesat-di-indonesia/

Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=5195_0_4_0_M

Berikut file2 liputan Al Qiyadah:
http://www.4shared.com/file/27637473/b177553/Al_Qiyadah_-_01.html
http://www.4shared.com/file/27637977/4a22219/Al_Qiyadah_-_02.html
http://www.4shared.com/file/27637075/e57d78ba/Al_Qiyadah_-_03.html

Oleh karena itu kenalilah, cermatilah dan waspadailah melalui indikator karakter tata cara, sifat maupun bentuk dan wujud gerakan maupun pemahaman mereka
http://www.munindo.brd.de/mega_01/mega1_awas_bahaya_sektaria.html

SELANJUTNYA "WASPADALAH".....Musuh Allah dan rasulnya selalu mengintai....Hmmm

hal-hal yg perlu diwaspadai...(perekrutan jamaah)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28265.msg695686.html#msg695686

Re: "Memahami" Gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29397.0.html

KENAPA ADA ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM ?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,2187.msg35626.html#msg35626

Fatwa MUI dan Pandangan Fuqaha Tentang Nabi Palsu
http://myquran.org/forum/index.php/topic,30353.msg776451.html#msg776451

Mengenal NeoIngkarussunnah Al Qiyadah Al Islamiyah dengan Nabi Palsunya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,23182.0.html

Pak Mushaddeq itu seorang revolusioner cerdas
http://myquran.org/forum/index.php/topic,30362.msg759366.html#msg759366

Mengapa Seorang Hilmi Mubasyir Menjadi Rasul al-Qiyadah al-Islamiyah?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28161.msg747972.html#msg747972

ALIRAN SESAT BERMUNCULAN Sebagai Bukti KEGAGALAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA....
http://myquran.org/forum/index.php/topic,1490.msg692342.html#msg692342

Ada lagi aliran sesat Kelompok Alquran Suci di Jawa Barat. Yiiihaaaa!
Beritanya bisa dilihat disini.

"Kelompok Pengajian Awu-Awu"
http://myquran.org/forum/index.php?topic=30191.0

Intel Kejari Awasi 50 Lebih Aliran Sesat
MUI Menduga, Munculnya Aliran Sesat Sengaja Didesain
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29494.msg742493.html#msg742493

Berita seputar AQAI
“Al-Qiyadah Islamiyah dan Kaum Liberal” , dan lainnya....
http://myquran.org/forum/index.php/topic,23958.msg741852.html#msg741852

Latar Belakang Kehidupan A. Moshadeq (Almasih Almawud)
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28161.0.html

"Memahami" Gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29397.0.html

akar masalahnya bukan pada pengakuan mushadeq menjadi rasul.......
http://myquran.org/forum/index.php/topic,29401.msg727983.html#msg727983

sibin2007 wrote on Mar 3, '09

dildaar1998 wrote on Nov 15, '10
Jika orang Ahmadiyah tak boleh menggunakan simbol-simbol Islam dan tak boleh beramal sesuai ajaran Islam, maka logis muncul pertanyaan sebagai berikut:

1. Siapakah pemilik Islam? Bukan tah Allah yang Maha Kuasa pemiliknya?

2. Jika Allah pemilik Islam, dan hanya Dia, maka manusia hanyalah penerima amanat untuk melaksanakannya.

3. Jika manusia diberi amanat untuk menerapkan agama Islam sebagai ajaran terbaik yg difahaminya, maka adakah yg lebih berkuasa di atas Allah dengan menetapkan pelarangan mengamalkan ajaran terbaik itu?

4. Jika ada yg melarang pengamalan ajaran terbaik ini, berarti orang yg melarang tersebut memiliki kerancuan berpikir dan memiliki salah satu dari dua sikap berikut:

a. Tidak menghendaki org lain menjadi baik

b. Tidak mengakui kelebihan dan kehebatan ajaran Islam yg bisa membuat orang menjadi baik.

Dari sudut pandang ini maka, orang yg melarang warga Ahmadiyah menerapkan ajaran Islam, berarti orang tersebut melarang hal-hal berikut: warga Ahmadiyah tidak boleh mengamalkan tauhid Ilahi, tidak boleh membaca Al Quran suci, tidak boleh terakhlak mulia, tidak boleh menerapkan hukum-hukum Al Quran suci, tidak boleh mengirimkan Shalawat bagi yg Mulia Nabi Muhammad SHALLALLAAHU 'alaihi wasallam, tidak boleh santun, tidak boleh Shalat fardhu 5 waktu dan tidak boleh melakukan kebaikan-kebaikan lainnya yg diajarkan Islam. Maasyaa-aLLAAH. InnaaLILLAAHI wa innaa ILAIHI raaji'uun. Kami berlindung kepada Allah terhadap kerancuan berpikir seperti itu..

by Zafrullah Ahmad Pontoh
dildaar1998 wrote on Nov 15, '10


Keyakinan Muslimin Ahmadiyah adalah keyakinan Islam Nabi Muhammad saw, bahwa Nabi Isa a.s sudah wafat dalam usia 120 tahun sesuai riwayat Hadits berikut ini. :

عَنْ عَا ئِشَةَ اَنََّهُ صلعم قَالَ فِي مَرْضِهَ الَّذِىْ تُوَفَّي فِيْهِ لِفَاطِمَةَ انَّ جِبْرِ يْلَ كَانَ يُعَا رِِضُنِيْ القُرْ انَ كُلِّ عََا مٍ مَرَّ ةًَ وَاِنَّهُ عَا رِضُنِىْ الْقُرْ ا َنَ اَلعَا مَ مَرَّ تَيْنِ وَ اَخْبَرني اَ َنَّه لَم ْيَكُنْ نَبِيُّ اِلا َّ عَا شَ نِصْف اَلَّذِى فَبْلَهُ وَ اَخْبَرَنْىْ اَنَّ عِيْسَى اِبْنُ مَرْيَم عَا شَ عِشْرِيْنَ وَ مِا ئَةَ سَنَةٍ وَلا َ اَرَا نِىْ ذَاهبًا عَلَى رَاس السِّتِّيْنَ
( حج اْلكرامه ص 428 و كنزل العما ل جلد6 ص 160 روايت فاطمة )
Artinya:
“Diriwayatkan oleh Aisyah r.a, bahwa Rasulullah saw berkata kepada Fatimah r.a ketika sakit, yang karena sakitnya itu beliau wafat, bahwa Jibril setiap tahun datang kepadaku mengulang Al Qur’an satu kali dalam setahun dan tahun ini ia datang kepadaku mengulanginya 2x sambil memberitahukan kepadaku, bahwa seorang nabi itu tidaklah hidup melainkan separuh dari nabi sebelumnya dan menghabarkan kepadaku bawa Isa ibnu Maryam hidup 120 tahun dan aku melihat diriku akan mangkat pada permulaan 60 tahun.( Hujjajul Kiramah hal 428 dan Kanzul Ummal jilid 6 hal 120 )

Al Qur’an ber-ulang-ulang menegaskan nabi Isa a.s dibumi ini ; beliau tidak mati diatas salib, sekaligus Al Qur’an menolak dengan keras bahwa beliau a.s. masih tetap hidup dilangit sana. Silahkan simak Q.S Ali Imran: 59 : “Inni mutawaffiika”
” Sesungguhnya Aku ( Allah ) telah mewafatkan engkau (Isa ibnu Maryam ) “ ; Al Maidah: 117 ,

“Falamma tawafaitani”
“ artinya : ” Setelah Engkau (Allah ) wafatkan aku ( Isa ibnu Maryam )“ Abdullah ibnu Abbas r.a menafsirkan kata Mutawafiika - Ay mumiituka” artinya Aku( Allah) mematikan engkau ( Isa ibnu Maryam ) dalam Bukhari. Begitu pula didalam (surah Al Maidah : 76 )Allah swt berfirman :” Al Masih ibnu Maryam, tiada lain, melainkan seorang Rasul , sesungguhnya telah berlalu Rasul Rasul sebelumnya dan ibunya adalah seorang yang benar, keduanya makan dan makanan.”

Firman Allah sangatlah benar, bahwa sebagai manusia biasa ia bagaiam kelangsungan hidupnya ia pasti perlu makan dan minum, sebagaimana firmanNya: ” Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan dan tidak ( pula ) mereka itu orang yang kekal” ( Al Anbiya : 9).

Sebagaimana semua Rasul-Rasul sebelum Nabi Isa telah berlalu dan wafat, maka Rasul - Rasul sebelum Nabi Muhammad saw pun semua sudah berlalu /wafat sebagaimana firmanNya:” Wamaa Muhammadun illaa Rasul, qod kholat min qoblihir Rusul.”
Artinya: ” Dan Muhammad itu tiada lain melainkan seorang Rasul, sesungguhnya telah berlalu Rasul - rasul sebelumnya” ( termasuk Nabi Isa a.s ) ( Al Imran ; 145 ).

Ketika Nabi Muhammad `saw wafat, Sayyidina Umar ra lah orang yang paling berat untuk dapat menerima kenyataan ini, beliau mengancam siapapun yang mengatakan Nabi Muhammad saw telah wafat, maka pedangnya yang tajam akan memancung lehernya. Maka ketika Abu Bakar`Siddiq r.a. membacakan ayat Surah Al Imran : 145 ini, maka pada saat bersejarah itu beliau dan para Sahabah Rasulullah saw telah menegakkan satu Ijma’ Jaami’l Majaami’ tak seorangpun dari sahabat Rasulullah saw secara aklamasi sepakat atas kebenaran firman Allah tersebut dan tak seorangpun sahabah yang membantah bahwa beliau saw bagaimana bisa wafat sementara Nabi Isa masih hidup dilangit .
Tidak dapat dipungkiri, Hadits - hadits Rasulullah banyak menghabarkan bahwa di Akhir zaman nanti didunia ini di dalam umat beliau akan diutus Allah swt Imam Mahdi dan Al Masih ibnu Maryam, yang kelak akan memenangkan Islam atas`sekalian agama.

Berbagai bentuk wahyu, sebutan bagi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dicatat dalam Tadzkirah, sebagai Imam, Imam Mahdi, Isa, Isa ibnu Maryam, Al Masih, Masih Ibnu Maryam atau Al Masihil Mau’ud yang cukup beraneka ragam, seperti yang kita dapati juga didalam Hadits-hadits tentang kedatangan seorang Imam / seorang Utusan Ilahi yang dijanjikan Allah di Akhir Zaman.

Jadi; ketika para Ulama Islam di Akhir Zaman ini membandingkan wahyu penobatan itu dengan pesan-pesan Rasulullah saw tentang kedatangan Imam Mahdi dan Isa Ibnu Maryam yang akan datang, mereka menjadi bingung, dan sangat bingung sekali, bahkan mereka menolaknya dengan memvonisnya sebagai wahyu setan. Sebenarnya mereka itu tidak perlu bingung, sebab siapa wujud hamba Allah yang akan Dia pilih, bagaimana bentuk penobatan Nya, Allah swt sudah menyatakan kewenanganNya sendiri yaitu : Allahu a’lamu haitsu yaj’alu risaalatahu
artinya : ”Allah itu lebih mengetahui bagaimana Dia menempatkan risalah Nya.Selanjutnya Dia berfirman:” Sesungguhnya kehinaan disisi Allah swt. dan siksaan yang keras akan menimpa orang-orang yang berbuat kejahatan itu disebabkan mereka telah membuat makar /melakukan tipu daya (terhadap Nabi.)” (Al An’am 124).
Allah swt juga berfirman:” Walammaa dhuribabnu Maryama matsalan idzaa qaumuka minhu yashidduun

artinya:
“ Dan apabila Ibnu Maryam disebut sebagai misal, tiba-tiba kaum engkau ( Muhammad saw ), ingar bingar mengajukan sanggahan terhadapnya .” ( Az Zukhruf : 57 )

Jadi ketika Juru Selamat Islam di Akhir Zaman datang dan turun di dunia ini, akan banyak orang yang protes dan menolak kedatangannya. Sunnatullah ini akan berulang kembali, beliau faham sekali akan hal itu. Sebagai solusi dari kebingungan itu nanti; maka Rasulullah saw menceriterakan, bahwa pada waktu Mi”raj, beliau melihat Nabi Isa itu :

” Fa amma Isa faahmaru ja’dun ‘ariidhush shadri “
Artinya :
“ Adapun Isa (Israeili, wajahnya berkulit kemerah-merahan, rambutnya ikal dan dadanya bidang “ (Bukhari Jilid III hal 166).

Beliau sangat mencintai Nabi Isa Al Masihil Mau’ud itu, maka beliau berpesan kepada kita semua: ” Man adraka minkum isa bna Maryama falyuqri’hu minni salaam “
artinya: “Siapa saja diantara kamu yang berjumpa dengan Isa ibnu Maryam, maka sampaikanlah salamku padanya”.
Nabi Muhammad pernah berjumpa dengan Nabi Isa pada waktu peristiwa Mi’raj, kenapa kita harus menyampaikan salam,kepada Isa a.s yang akan datang di Akhir Zaman dimasa kita nanti sementara Rasulullah saw menceriterakan bentuk wajah dan postur tubuh Nabi Isa a.s sangat berbeda identitasnya dengan yang terdahulu. Sedangkan mengenai Isa yang dijanjikan, sabda beliau,:

” Fa idzaa rojulun aadamu ka ahsani maa yuroo min adamir rijaali tadhribu millatuhu baina mankibayhi rajulusy sya’ri ;
Artinya:
” Maka dialah seorang berwarna sawo matang, cantik diantara orang-orang berkulit sawo matang, rambutnya menjurai panjang diantara pundaknya dan berperawakan sedang” ( Matan Bukhari Jilid II hal 256 )
Lebih gamblang lagi beliau menjelaskan :

” Laysa baini wa bainahu nabiyyun, yakni Isa, wa innahu naazilun. Fa idzaa roaytumuuhu, fa a’rifuuhu – rojulun marbuu’un ilaal humroti wal bayaadh- baina musharrataini ka anna ra’rsahu yaqturu, wa inlam yushibhu balalun, fayuqootilun naasa ‘alal Islam, fa yaduqush shaliiba wa yaqtulul khinziira, wa yadho’ul jizyata. Wa yahlikullohu fii zamaanihil milala kullaha illal Islaam wa yamkushu fil ardhi arba’iina sanatan tsumma yatawaffa fa yusholli ‘alaihil Muslimuun”,
Artinya :
“Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw, bersabda:” Tidak ada nabi diantara aku dan dia,yakni Isa dan sesungguhnya dia (Isa) akan turun. Bila kalian melihatnya, maka hendaknya kalian mengenalnya, dia sesorang yang berperawakan sedang (tidak tinggi tidak pendek), putih kemerah-merahan, berpakaian dua potong warna kekuning-kuningan, seolah-olah kepalanya meneteskan air walaupun tidak basah karena bersih mengkilat), dia memerangi orang-orang demi Islam, kemudian menghancurkan salib, membunuh babi, meniadakan jizyah, dan Allah melenyapkan semua aliran agama, pada zaman itu, kecuali agama Islam dan membunuh masih dajjal. Setelah 40 tahun berada di dunia,maka Isa pun meninggal dan disembahyangkan oleh kaum muslimin.
(Hadis ini terdapat dalam Sunan Abu Daud 4/117, Musnad Ahmad 2/457.)

Allah swt dan Rasulullah swt tahu persis bahwa ketika Imam Mahdi dan Masih Mau’ud a.s. akan turun di dunia ini, maka umat manusia akan menolak dan memusuhinya, sebagaimana Allah swt berfirman :” Falamma dhuribabna Maryama matsalan, idza qaumuka minhu yasidduun “
artinya : “ Maka ketika Kami membuat mitsal Isa ibnu Maryam, maka umat engkau serta merta menjadi ingar bingar” ( az Zukhruf : 57)

Persis begitulah sikap Ulama ketika menyambut kedatangan Utusan Ilahi yang datang didunia ini. Maka kebanyakan merekapun mulai membuat makar dan tipu daya terhadap utusan Allah itu.
Seperti apa tipu daya yang diperbuat orang-orang yang menentang utusan Allah? Habib Rizieq merujuk kepada wahyu yang berbunyi : ” Yatimmu ismuka walaa yatimmu ismiy”

Dengan maksud agar terkesan bahwa wahyu itu sangat menodai Agama dan menyesatkan, maka wahyu yang seharusnya diterjemahkan (hai Ahmad ), “namamu akan tamat dan berakhir, sedangkan namaKu akan langgeng abadi selama-lamanya” diterjemahkan oleh mereka dengan mengatakan, (“Hai Ahmad !) sempurna namamu, sedangkan namaKu tidak sempurna “, padahal Dibawah wahyu tersebut, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menerangkan sebagai berikut: “ Wahai Ahmad, namamu akan tamat, berakhir dan namaKu tidak akan berkesudahan, melainkan akan tetap abadi“. Yakni engkau akan binasa, kebagusan dan pujian atasmu akan tamat dan berakhir, sedangkan pujian TuhanMu tidak ada batasnya, tidak akan berakhir melainkan akan tetap azali dan abadi.” (lihat Barahin Ahmadiyah Jilid IV hal 424 Urdu, catatan kaki).

Selanjutnya ia merujuk kepada Tazkirah hal 412 baris kedua dan hal 436 baris 2-3 mengatakan bahwa Mirza Ghulam Aahmad disamakan dengan Anak Allah. Didalam Haqiqatul Wahyi, hal 89 catatan kaki, wahyu tsb berbunyi begini; “ Anta minni bimanzilati waladi” atau yang serupa dengan itu, :
” Anta minni bimanzilati aulaadii”

Artinya :
“Engkau disisiKu bagaikan anakKu “ atau Engkau disisiKu bagaikan anak-anakKu”

Dalam menjelaskan wahyu Ilahi tersebut Hadhrat Ahmad a.s. menjelaskan, bahwa Allah swt Maha Suci dari mempunyai anak, Ia tidak mempunyai sekutu, tetapi di sini maksudnbya adalah bahasa qiyasan, tidak boleh diartikan secara harfiyah.

Didalam Al Qur’an, Nabi Muhammad saw dinisbahkan oleh Allah swt sebagai tangan Allah :
” Innal ladziina yubaayi’uunaka innamaa yubayi’uunalloha, yadullohi fauqo aydiihim”
artinya:
“Orang-orang yang bai’at ditangan engkau ( Muhammad ) sesungguhnya mereka itu bai’at ditangan Aallah; tangan Allah diatas`tangan mereka”
Makna majazi sama sekali tidak dapat diartikan dengan makna lahiriyyah, melainkan harus diartikan dengan makna ruhani, sebagaimana firmanNya:

”Qul in kuntum tuhibbuunalloha fattabi’uunii yuhbib kumulloh “
artinya :
” Katakanlah (Muhammad) bila kalian ingin dicintai Allah, maka ikutilah aku, pasti Allah akan mencintaimu”
Ungkapan ini sebagai perlambang kefanaan dan per lambang Muhabbat ruhaniyyah dengan cara meraih quwwatu qudsiyyah dari keberkatan Rasulullah saw. Begitu tingginya martabat beliau sehingga kepada beliau dikatakan :” Qul ya ibaadii” artinya “Katakanlah (wahai Muhammad), wahai hamba-hambaku!’” Seakan akan beliau adalah Allah padahal seharusnya; “ Qul yaa ibadallohi ! artinya “ Katakanlah (Muhammad ) ! “ wahai hamba-hamba Allah. Maka dengan perintah “ Qul yaa ibaadii” seakan akan beliau adalah Tuhan.,itu pertanda beliau telah berhasil menduduki maqom Wahdat atau Manunggal Ilahiyyah atau menyatu dalam fana fillah Allah yang tidak dapat terpisahkan.
Selanjutnya ada satu wahyu yang Habib Rizieq merasa sangat cemas tentang wahyu yang bunyinya begini: “ Roaytunii fil manaamii, ‘ainullahi” artinya :” Aku melihat diriku dalam mimpi, aku benar benar sebagai Tuhan”. Mena’wilkan suatu mimpi dengan secara harfiyyah dan lahiriyyah, sungguh merupakan satu kezaliman.

Menurut riwayat Hadits Bukhari:
” Seorang mukmin dapat meraih taqorrub /kedekatan dengan Allah swt dengan melalui ibadah-ibadah nafal, maka Dia akan mencintainya.Jika Allah sudah mencintainya, maka Allah akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Ia akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Ia akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang., Allah akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan.” (Bukhari Kitabur riqaq, Baab ut tawadhih, jilid IV hal 80 cetakan mathbu’Ilahiyah Mesir ).

Didalam Kitab terbaik dari Ta’bir mimpi Ta’tirul anam hal 9 karya All;amah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi cetakan Mesir: “Bahwa siapa yang melihat dalam mimpi ia seolah-olah menjadi Tuhan maka artinya Allah swt akan segera menyampaikannya kepada tujuan hidayahNya” kutipan dari Ta’birul Anam Mathba Ijazi Cairo, hal 90 ).

Mengenai kemenangan Islam yang dijanjikan dengan kedatangan Imam Mahdi dan Isa yang dijanjikanAl Quran:

هُوَ الذَّي اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِاْلهُدَي وَ دِيِْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهِ عَلَىَ الدِّيْنِ كُلُِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنُ

Huwalladzi arsala Rasuulahu bil Hudaa wa Diinil Haq liyudz hirohu ‘’alad Diini kullihi walau karihal Musyrikuun “
Artinya:
” Dialah yang telah mengutus RasulNya dan Agama yang benar, agar supaya dimenangkanNya (agama ini) diatas sekalian agama, walaupun orang orang Musyrik itu tidak menyukainya” ( Ash Shaf: 10 ).

Nubuwwatan tentang ayat itu se akan-akan secara lahiriyah “belumlah sempurna”
Para Mufassirin Qur’an menyatakan, bahwa ayat ini akan menjadi sempurna pada masa Nuzuul (turunnya) Isa ibnu Maryam, yang kelak akan memenangkan Islam diatas sekalian agama.ٍ Sebagaimana N.Isa Israeli agamanya diakui sebagai Agama Kerajaan bangsa-bangsa Barat 300 tahun setelah beliau wafat, begitu pulalah missi Masih Mau’ud a.s. pun akan jaya setelah 3 abad insya Allah. Fajar kebangkitan Islam kembali dan kemenangan Agama ini sudah mulai menampakkan tanda-tandanya yang nyata. Di dalam Al Qur’an Allah swt. berfirman:

هُوَ اَّلذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِا لْهُدَى وَ دِ يْنِ اْلحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّ يْنِ كَُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرْكُوْن
Artinya:
“ Dialah yang telah mengutus RasulNya dengan hidayah dan agama yang benar, supaya dimenangkan Agama itu diatas sekalian agama (lainnya) walaupun orang – orang musyrik tidak menyukainya” ( Ash Shaf :10 )

Disatu fihak Rasulullah saw mengingatkan kita akan terjadinya perpecahan didalam umat beliau namun disisi lain beliau mengingatkan kita bahwa :

لَنْ تَهْلِكَ امَّةٌ اَنَا فِىْ اوََّلِهَا وَاْلمَسِيْحُ فِي اَخِرِهَا وَالْمَهْدِىفِي وَسَطِهَا
Artinya:
” Umat (Islam ) ini tidak akan binasa, karena aku ada dipermulaan nya, Isa pada akhir nya dan Mahdi pada pertengahan nya” (Nisai dalam Sunannya lihat Kitab Faidhlul Qadir 5 / 301 ).

Jadi sebelum kedatangan Isa yang dijanjikan, dinubuwwat-kan akan kedatangan Imam Mahdi, yang tanda kedatangan nya yang sangat spesifik dinubuwwat-kan oleh Rasulullah saw akan terjadi gerhana bulan dan gerhana matahari di bulan Ramadhan dan itu sudah terjadi dengan sempurna pada Tahun 1994 dan 1895 di belahan Dunia bagian Timur dan bagian Barat dan di Jazirah Arab pada tahun 2003 nya.
Mengenai kedatangan Isa/Al Masih yang dijanjikan, kita simak pendapat Ulama Besar Islam di Indonesia,Prof Dr Haji Abdul Malik Karim Amarullah (Buya HAMKA ), Ketua Majelis Ulama Indonesia pertama yang didalam Tafsir Al Azhar jilid III telah menyatakanbahwa nabi Isa sudah wafat adapun keyakinan beliau tentang Isa Al Masih yang di janjikan, dalam bukunya Al Qaulush shahih hal 204 menulis sbb:

“Secara hakiki bukan Isa Al Masih yang akan datang, melainkan kata-kata Nabi Muhammad saw hanyalah kinayah/ qiyasan semata, sedang yang dikehendaki ialah ruh nubuwwahnya dan rahasia risalahnya itulah yang akan zhahir, nanti pada Ulama yang bersifat sabar menjalankan agama seperti bersifat kasih sayang terhadap umat Muhammadiyah dan mereka mengambil isi dan pati sarinya syari’at Muhammad, tidak berpegang semata-mata dengan kulit dan tidak pula beragama dengan taqlid, Maka orang-orang alim yang begitu sifat-sifatnya pada ketika banyak bid’ah dan berkembanganya agama-agama palsu atau adat-adat yang keji di Akhir Zaman serupalah hal mereka itu dengan hal Isa Al Masih waktu datangnya menjadi Rasul kepada kaum Bani Israil. Pendek kata ulama yang berkata benar, berjalan lurus, menurut aturan Al Qur’an dan al Hadits Nabi Muhammad saw, pada zahir dan bathinnya itulah yang dimisalkan Nabi Muhammad saw dengan Isa Al Masih tersebut dalam Hadits itu.”

Itulah pandangan dan pendapat Buya Hamka seorang Alim besar Indonesia; sekarang marilah kita simak pendapat / pandangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Imam Mahdi dan Masih Mau’ud a.s.: yang diterangkan didalam buku beliau Arba’iin, diantaranya beliau menyinggung sbb:
“Allah swt mengutus orang orang pilihanNya dengan 2 perkara;

Pertama :
Dia memberikan kemulyaan padanya dengan Nikmat Hidayah Nya yakni untuk dapat mengenal jalan Nya, maka dianugerahkanlah padanya mata rukhani dan mengunggulkannya dengan Ilmu Laduni dan Dia menerangi kalbunya dengan Kasyaf, wahyu - wahyu sehingga dengan demikian Ma’rifat Ilahi, muhabbat (kecintaan) dan ibadah ibadah yang menjadi hak dan kewajiban baginya itu Dia mendukungnya, karena itulah maka ia dinamakan Imam Mahdi.

Kedua:
وَ دِ يْنِ اْلحَقِّ yang dengan itu dia diutus dengan Agama
yang benar dan untuk menyembuhkan penyakit – penyakit rukhani, menjauhkan ber ratus-ratus kesulitan Syari’at dan untuk memudahkan perkara-perkara yang pelik dan sulit serta menghapuskan keraguan dari dalam hati, maka karena itulah ia dikatakan sebagai Isa. Dia akan membuat orang-orang sakit (rohaninya) akan menjadi sehat dan kuat kembali.”
Pembinaan Umat dan Cara Menyeru manusia kejalan Tuhan :

اُدْع اِلَىَ سَبِيْلِ رَبِّكَ بِاْلحِكْمَةِ وَ اْلمَوْعِظَةِ اْلحَسَنَةِ

” Ud’u ila sabili robbika bil hikmah wal mauidhotil hasanah”

Artinya:
” Serulah mereka itu kejalan Tuhanmu dengan cara cara yang hikmah dan nasihat-nasihat yang baik, bertukar fikiranlah dengan cara yang elok” ( An Nahl :125 )

Seharusnya MUI jangan memvonis Jama’ah Ahmadiyah Indonesia dengan fatwa diluar Islam, sesat menyesatkan dsb, tetapi kalau memang mau menyeru maka serulah mereka itu dengan cara yang lemah lembut, penuh hikmah, cara-cara yang damai dan sejuk, nasihat nasihat yang baik, berdialog, tabayyun dan bertukar fikiranlah, agar supaya di antara kelompok yang berselisih faham itu akan dapat memahami letak perbedaan yang prinsipil namun di antara keduanya tetap haruslah saling cinta mencintai secara Islami.

Tuduhan MUI : ”Jema’at Ahmadiyah Indonesia (JAI) menyimpang dari Islam.”

Jama’ah Ahmadiyah Indonesia tidak pernah menyimpang dari Islam! Jama’ah Ahmadiyah sejak semula mengucapkan Dua Kalimah Syahadat sebagai mana yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam;yakni:

اَشْهْدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاََّ اللهِ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَداً رَّسُوْلُ اللهِ
Artinya:
” Aku bersaksi bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah “
Orang-orang Ahmadi patuh terhadap Rukun Islam dan Rukun Iman sepenuhnya. Jama’ah Ahmadiyah sepenuhnya yakin pada Nubuwwatan Al Qur’an dan Nubuwwatan Rasulullah saw, termasuk beriman pada kedatangan Imam Mahdi dan Al Masih Isa ibnu Maryam yang dijanjikan bagi Jama’ah Ahmadiyah tanda-tanda alam , tanda-tanda kedatangan dan tanda-tanda kebenarannya sudah sempurna dengan jelas. Bagaimana MUI yang bukan haknya mengeluarkan fatwa dapat berwenang menyatakan bahwa orang yang patuh pada petunjuk dan hidayah Rasulullah saw itu sudah terkeluar dari Islam, sedangkan ulama dan fuqoha mereka yang belum menerima Imam Mahdi dan Al Masih Yang Dijanjikan lalu serta merta memfatwakan penerima Imam Mahdi itu bukan orang Islam. Seharusnya mereka itu mengamalkan perintah Al Qur’an :

فَا سْئْلُوْا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُْمْ لا يَعْلَمُوْن
Artinya:
“Tanyakanlah kepada ahli zikr itu jika kamu tidak mengetahui” (Surah Al Anbiya)

Saran kami: Jama’ah Ahmadiyah sudah banyak mengkaji tentang kebenaran da’wa Imam Mahdi dan Masih Mau’ud dan sudah beriman kepadanya, oleh karena itu seharusnya MUI sebelum menuduh dan menelurkan fatwa kafir mengkafirkan tanyakan terlebih dahulu apa yang menjadi dasar keyakinan pengikut Jama’ah Ahmadiyah atas kebenaran tersebut, dengan satu syarat, MUI harus melihat dengan kaca mata dan naluri ke Islaman yang sesuai dengan ke Islaman Rasulullah saw tentunya.

Berikut ini dapat kita simak sebuah tulisan Al Ustadz Syeikh Ahmad Muhammad Jamal, dalam sebuah Risalah terbitan Rabithah Alam Islami dari Mekkah bulan September 1983 yang berjudul :” ما د بة الله في الا رض yang artinya “ Seruan Allah kepada penghuni dunia” tulisan beliau didalam bahasa Arab, menjelaskan ayat:

وَ لا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَلْقَى اَلَيْكُمُ الَّسلامَ لَسْتَ مُؤْ مِنا
Artinya:
”Dan janganlah kalian mengatakan pada orang-orang yang mengucapkan salam kepada kalian itu “ kalian bukan orang beriman “,( An Nisa: 93 )
Beliau mengatakan, bahwa “Ada sementara pujangga dan penulis yang berpandangan modern menyalah artikan ayat-ayat Al Qur’an tanpa mereka memperhatikan asbabun nuzul Al Qur’an dan tanpa mengetahui maksud yang telah dijelaskan para Mufassirin dan muhadditsin masa lampau, orang orang itu secara tergesa-gesa mengemukakan hukum syari’at Islam, menjatuhkan fatwa kafir atas orang-orang yang bertentangan dengan mereka dalam menafsirkan akidah akidah Islam.

Baginda Rasulullah saw menyatakan bahwa siapa yang menyebut kafir kepada seseorang mukmin lain maka ia sendiri menjadi kafir. Satu peristiwa Nabi Muhammad saw sangat marah besar terhadap Usama bin Zaid, Panglima Perang Islam, yang telah membunuh seseorang setelah orang itu mengucapkan kalimah Laa ilaaha illallohu dalam duel mereka dalam satu peperangan, yang mana unsur kesengajaan tersebut sangatlah disesali Rasulullah saw karena Usama bin Zaid tidak meyakini terlebih dahulu ucapan kalimah thoyyibahnya itu .

Ayat tersebut memberikan peringatan kepada para panglima perang Islam dan tentaranya agar supaya mereka jangan tergesa-gesa menuduh seseorang yang mengucapkan laa ilaaha illallohu itu adalah kafir. Mereka harus siap menerima orang yang mengucapkan salam kepadanya itu sebagai seorang mukmin atau ia yang menyatakan ke Islamannya seharusnya ia menyerahkan ke Islaman mereka itu kepada Allah swt.. Apalagi terhadap orang-orang yang dawam menjalankan sholat 5 waktu, puasa, sholat Jum’at haji dsb, siapapun dilarang Allah swt. untuk berbuat keji atas mereka itu, sebab Allah swt. Maha Tahu akan rahasia hati manusia dan memerintahkan mereka untuk mengadakan penyelidikan dengan cermat terlebih dahulu akan hal itu. Mereka itu haruslah berlapang dada sebagaimana firman Allah swt.

كَذَالِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنََّ اللهِ عَلََيْكُمْ
Artinya:
” Sebenarnya begitu pulalah keadaan kamu dahulu, sama keadaannya seperti mereka, namun Allah swt. telah berbuat ihsaan atasmu” ( Al Maidah : 51 )

Maksudnya kita harus memberikan kesempatan kepada mereka supaya dapat maju dalam keislaman dan menambah terus ke Islaman mereka. Ketika orang –orang Yahudi dan Nasrani di Madinah yang telah berdamai dan mengikat tali perjanjian dengan Rasulullah agar supaya jangana menyerang Islam, ketika mereka berkhianat atas perjanjian itu, kemudian beliau saw menyerang mereka dan memberikan “hukuman“ atas mereka dengan mengusir beberapa orang dari mereka keluar` dari Madinah. Setelah itu turunlah ayat Al Qur’an tentang larangan bagi orang-orang Mukmin untuk bersekongkol dengan musuh agama untuk menyerang Islam. Namun tidak seorangpun dari mereka yang dibunuh oleh beliau saw, atas sangsi pelanggaran ini”.

Kesimpulannya:
Dimana keteladanan Ulama yang menghalalkan darah orang Ahmadi, menghalalkan penghancuran mesjid dan menjarah harta benda orang-orang Muslim Ahmadi dan dimana pula tingginya akhlaq mulia Baginda Muhammad Rasulullah saw? Sungguh beda laksana langit dan bumi.Definisi ke Islaman seseorang yang menjadi tanggung jawab Allah swt. dan Rasul Nya telah disampaikan beliau dengan sangat sederhananya sebagai berikut :

مَنْ صَلّي صَلا تَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا وَ اَكَلَ ذَبِيْحَتَنَا وَذَالِكَ مُسْلِمُ
لَهُ ذمَّة اللهِ وَ ذِمَّةُ رَسُوْ لِهِ
Artinya :
” Siapa yang sholat seperti cara sholatnya kami dan menghadap ke qiblatnya kami dan memakan sembelihan dengan cara sembelihan kami, itulah muslim, Bagi nya itu adalah merupakan tanggung jawab Allah swt. dan Rasul Nya”.

1. Cara Allah swt kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. tanpa perantaraan Jibril a.s Habib Rizieq meragukan keabsahannya

Jawab:
Hal itu tidak benar, sebab didalam didalam Al Qur’an dikatakan bagaimana caranya Allah swt menyampaikan wahyu suciNya dengan cara yang khas dan yang Dia kehendaki, sebagaimana firmanNya:

وَ مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يكلَِّمَهُ الله الاَّ وَحْيًا اَوْ مِنْ وَرَاءِ اْلحِجَابِ اَوْ يُرسِلُ رسُوْلاً
فَيُوْ حِىَ بِاِذْنِهِ مَا يَشَاء اِنَّهُ عَلِيُّ حَكِيْمٌ

Artinya :
”Dan tidak ada bagi manusia bahwa Allah berkata – kata dengan manusia melainkan wahyu yang disampaikan atau dari balik tabir atau menutus utusan (Malaikat), maka diwahyukannya dengan izin Nya kepada siapa yang dikehendaki, sesungguhnya Dia itu Maha Luhur dan Maha Bijaksana”

Penjelasan: Allah swt. Ber wawancakap dengan hamba–hamba-Nya dan bahkan menampakkan wujud-Nya kepada mereka; a) secara langsung, tanpa perantara, b) Dia membuat mereka menyaksikan kasyaf (penglihatan ghaib) yang dapat dita’wilkan ataupun tidak, atau kadang-kadang membuat mereka mendengar kata-kata dalam keadaan jaga dan sadar diwaktu itu mereka melihat wujud seseorang berbicara dengannya, inilah arti ”di balik hijab” ) Allah swt. mengutus utusan-Nya / Malaikat-Nya yang menyampaikan amanat Ilahi kepada mereka.
Didalam satu riwayat, Rasulullahsaw. bersabda demikian :

عَََنْْ عَدِ يِّ بْنِ خَاتِمٍ قَالَ قَالَ رَسٌُوْلُ اللهِ صَلَّعَم مَا مِنْكُمْ مِنْ اَحَدٍ اِلاََّّّ يُُكَالِمَهُ رَبُّّهُ
لَيْسَ بَيْنَهُ وَ بَيْنَهُ تَرْجُُمَانُ وَ لا حِجَابٌٌ يُجِبُهٌ ( بخارى)

“Maa minkum min ahadin illaa yukallimuhu robbuhu laysa bainahu wa bainahu tarjumaanu walaa hijaabun yujibuhu”
Artinya, :
”Dari Adiy bin Khatim meriwayatakan, bahwa Rasulullah saw bersabda, bahwa “ Tidaklah salah seorang di antara kamu dan Allah swt. bila terjadi percakapan dengan Tuhan Nya, maka diantara orang itu dan Dia tidak ada penterjemah dan tidak ada hijab yang menghalanginya”. (Bukhari)
Ternyata turunnya Wahyu Ilahi atas hamba-hamba pilihanNya umumnya menimbulkan efek kecemburuan bagi para penentangnya sebab dianggapnya perhubungan seperti itu mustahil dapat terjadi. Didalam Al Qur’an Allah swt. berfirman sebagai berikut:

وَ اذَِا جَاءَتْهُمْ ءَايَة ٌ قَالُوْا لَنْ نؤْ مِنَ حتَّى نُؤْتِىَمِثلَ مَا اوتي رُُسُلٌ الله – الله اَعْلَمُ حيث يجعل رسالته سيصيبُ الذين اجْرَمُوْا صَغَارٌ عِنْدَ اللهِ وَ عَذَابٌ شَدِيْدٌ بِمَا كَانوا يمكرون ( الانعام 124 )
Artinya:
“Dan apabila datang kepada mereka suatu tanda, berkata mereka; Kami sekali kali tidak akan beriman sebelum kami diberi seperti apa yang telah diberikan kepada Rasul–Rasul Allah - Allah swt. lebih mengetahui bagaimana Ia menempatkan risalah Nya. Sesungguhnya kehinaan disisi Allah swt. dan siksaan yang keras akan menimpa orang-orang yang berbuat kejahatan itu disebabkan mereka telah melakukan tipu daya terhadap Nabi.” (Al An’am 124).

Kalau Hb Muhammad Rizieq menghitung wahyu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad diturunkan Allah swt kepada beliau sampai 15 kali, malah meragukan dia, kalau orang-orang Ahmadi sudah sangat yakin jika Allah swt mewahyukan kepada beliau bahwa” Wabasysyarani wa Qoola: “Annal Masihal Mau’uudal ladzii yarqabuunahu wal Mahdiyyul ladzii yantaziruunahu huwa anta, Naf’alu maa nasyaa, falaa takuu nanna minal mumtariin ( Atmamul Hujjah hal 3 Tahun 1893 didalam Tazkirah Edisi 1969 hal 257 )
Artinya:” Allah memberi tahukan khabar suka kepadaku dan mengatakan, bahwa sesungguhnya Al Masihil Mau’ud dan Imam Mahdi yang ditunggu – tunggu itu adalah engkau. Kami lakukan apa yang Kami kehendaki, maka janganlah engkau menjadi diantara orang yang ragu”.
Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. kerap kali menyatakan bahwa beliau berjumpa dengan Allah swt., bahkan terkadang seakan akan beliau menjadi Tuhan; bagi orang-orang Islam umum, yang tidak faham akan ilmu tashawwuf, hal tersebut dianggap mustahil, bohongan dan tidak masuk akal”.

Jawab:
Rasulullah saw bersabda, bahwa “Siapa yang ingin selamat dari fitnah Masih Dajjal, maka bacalah 10 ayat permulaan surah Al Kahfi dan 10 ayat terakhirnya.” Allah swt berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَلِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ اَحَدًا

” Faman kaana yarjuu liqooa robbihi, fal ya’mal amalan shoolihan walaa yusyrik biibaadati robbihi ahada(n)”

Artinya:
” Maka siapa saja yang berharap untuk dapat berjumpa dengan Tuhan nya, maka hendaklah ia beramal amalan yang sholeh dan janganlah mempersekutukan dengan siapapun didalam beribadah kepada Nya “( Al Kahfi 111 ).
Maka dengan terbukti sering kalinya beliau berjumpa dengan Allah swt., hal tsb menunjuk kan bahwa kehidupan beliau sangat suci dan bersih, selalu beramal sholeh dan sekali kali tidak pernah menyekutukan Allah swt.dengan apapun. Lalu bagaimana dengan pandangan dunia? Jangankan siap untuk dapat menerima kebenaran karunia ini, untuk membayangkan hal ini pun sesuatu yang mustahil bagi mereka, sebab hanya orang yang disucikan Allah swt.lah yang hanya dapat berjumpa dengan Nya .
Ada beberapa wahyu dari Allah swt. yang menyatakan betapa dekatnya hubungan Dia dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.:

اَنْتَ مِنِّي وَ اَناَ مِنْكَ – اَنْتَ منّي بِمَنْزِلَةِ تَوْحِيْدِى وَ تَفْرِيْدِي- - اَنْتَ منِّي بِمَنْزَلَةِ اَوْلاَدِي

ِTelah diartikan secara harfiyah oleh para penentang itu demikian:
1.” Engkau dariKu dan Aku dari engkau”
2.” Engkau disisiKu bagai layaknya TauhidKu dan ke EsaanKu”, dan yang ke
3.” Engkau disisiKu layaknya anak-anakKu”

Ketiga wahyu tersebut benar merupakan wahyu yang Allah swt berikan kepada Hadhrat Ahmad a.s.Wahyu – wahyu itu tidak boleh diartikan secara lahiriyyah, melainkan harus dimaknai secara isti’arah (Qiyasan) “Tafsiirul Qauli bimaa laa yardhaa bihii qo iluhuu” artinya, kita tidak boleh menafsirkan ucapan dengan apa yang tidak diridhoi oleh pembicaranya. Di dalam dunia Tasawwuf wahyu seperti itu pertanda ittihad (qurb/ kecintaan yang amat dekat dan mahabbat). Seperti didalam Al Qur’an :

” Faman syariba minhu falaysa minni “
artinya:
” Siapa yang melanggar perintah dan meminum air itu, maka dia itu bukanlah dari golonganku” (QS 2:250) atau

“ Faman tabi’ani, fainnahu minni “
artinya:
” Barang siapa yang ta’at dan mengikutiku, maka sesungguhnya dia itu dari golonganku “(Ibrahim : 37)
Di dalam Kitabus Sulh Bukhari Jilid II hal 47 Rasulullah saw berkata kepada Sayyidina Ali:” Anta minni wa ana minka” . Bahkan didalam Hadits, diriwayatkan Dailami, Allah Swt mengatakan kepada dermawan; “Asy syaikhu minni wa Ana minhu.”. Itu apakah kalimat - kalimat itu akan anda terjemahkan secara harfiyyah? Silahkan saja, kami tidak akan marah; cuma……prihatin, iba dan kasihan saja, koq pandangan anda bisa sangat jauh berbeda dengan pandangan Islam, Al Qur’an dan pandangan Rasulullah saw.
Arti harfiah dengan arti maknawiyyah bedanya seperti langit dan bumi, bagaikan sesuatu yang hakiki dan imitasi/palsu.
Atau ada satu lagi kejanggalan wahyu yang menyatakan seakan - akan Hadhrat Ahmad adalah Anak Tuhan.

Jawaban: Didalam ayat al Qur’an dinyatakan bahwa “Yadullohi fauqo aydiihim” artinya tangan Tuhan diatas tangan mereka, apakah Tuhan punya tangan yang dapat diraba oleh hamba dan makhluk –makhluk Nya? Tentu bukan itu maknanya, melainkan arti dan maknanya adalah penjagaan dan perlindungan Allah Yang Maha Perkasa selalu menyertai hamba pilihan Nya itu. Adapun wahyu yang berbunyi: “ Engkau disisiku bagai layaknya anak anakKu”
Wahyu itu sebagai counter bagi Kaum Nasrani, bahwa kalian telah mengangkat Yesus sebagai Anak Allah”, maka di dalam umat Nabi Muhammad saw pun Allah swt. mampu menjadikan seorang hamba pilihan Nya sebagai kekasih Nya yang seperti sayang Sang Bapa ( menurut istilah Injil) terhadap Anak Nya / yakni Yesus sebagai hamba dan kekasih Nya .

Adapun arti wahyu yang menyatakan :

يتمَّ اِسْمُكَ وَلاَ يتمُّ اِسْمِى

“ Yatimmu ismuka walaa yatimmu ismii”

Karena emosional, kurang cermat, kurang penguasaan bahasa dan miskinnya pengalaman dibidang kerohanian, penentang Ahmadiyah mengartikan wahyu itu:
”Namamu sempurna ( Wahai Ahmad), dan nama Ku (Allah) tidaklah sempurna” maka kontan saja menuduh bahwa itu adalah wahyu dari setan.

Jawab : Benar, Wahyu itu begitu bunyinya, tetapi maksudnya adalah;” Wahai Ahmad, engkau satu saat akan mati, maka namamu pasti akan tammat, berakhir dan akan habis; sedangkan Aku; Allah, karena sifat Ku langgeng, abadi dan azali, maka nama Ku tidak akan tammat dan tidak akan berakhir”.

Berbagai bentuk wahyu, sebutan bagi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dicatat dalam Tadzkirah, sebagai Imam, Imam Mahdi, Isa, Isa ibnu Maryam, Al Masih, Masih Ibnu Maryam atau Al Masihil Mau’ud cukup beraneka ragam, seperti yang kita dapati juga didalam Hadits-hadits tentang kedatangan seorang Imam / seorang Utusan Ilahi yang dijanjikan Allah di akhir Zaman. Sebenarnya manusia tidak perlu bingung, sebab sesuai dengan pernyataan Nya Allah swt sebab sudah menyatakan kewenanganNya sendiri: yaitu Allahu a’lamu haitsu yaj’alu risaalatahu, yang artinya : “ Allah itu lebih mengetahui bagaimana Dia menempatkan risalah Nya. Sesungguhnya kehinaan disisi Allah dan siksaan yang keras akan menimpa orang-orang yang berbuat kejahatan itu, disebabkan mereka melakukan makar/tipu daya (terhadap Nabi).” ( Al An’am 162 )
dildaar1998 wrote on Nov 15, '10


MENJAWAB BERBAGAI TUDUHAN THEOLOGIS

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلّا الله وَاَشْهَدُ اَنّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ الله اَمّا بَعْدُ فَاَ عُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشّيْطَانِ الرّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرّحْمنِ الرّحِيْم
Yth. Bp. Pimpinan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Yth. Bp. Kepada Puslit Kemasyarakatan & Kebudayaan (PMB) – LIPI

Hadirin Hadirat peserta seminar yang saya muliakan.
Alhamdulillah, dengan karunia Nya semata-mata kita diberikan taufiq untuk bersama-sama dalam seminar ini. Shalawat dan Salam semoga di anugerahkan kepada yang Mulia Nabi Besar Muhammad Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam dan para Sahabat (Radhiallahu ‘anhum). Terimakasih kami haturkan kepada Pimpinan LIPI dan Panitia yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menyampaikan makalah kami dengan judul “Menjawab Berbagai Tuduhan Theologis”.

Jika kita menyimak literatur-literatur yang diterbitkan oleh pihak luar Ahmadiyah, literatur yang berisikan tuduhan, dapat kita klasifikasi menjadi dua bentuk. Bentuk pertama berupa tuduhan yang semata-mata opini dari pihak tertentu. Bentuk kedua berupa rekayasa dan pemutarbalikan pemahaman Ahmadiyah dengan cara mengutip literatur Ahmadiyah lalu memberi komentar sendiri dan dinisbahkan kepada Ahmadiyah. Tuduhan-tuduhan dan fitnah-fitnah tersebut telah dimulai sekitar seabad yang lalu dengan terus-menerus diulangi oleh generasi-generasi penentang dari masa-kemasa.

Pengulangan tuduhan-tuduhan tersebut disajikan kemasyarakat dalam berbagai tulisan dengan judul yang berbeda atau tata letak yang berbeda, atau juga demikian, yakni pada penerbitan pertama pengulangan mengutip sebagian tuduhan/fitnah yang belum dikutip sebelumnya sehingga nampak seolah ada ilmu baru yang muncul. Pengulangan dengan penambahan atau perubahan tata letak, judul dan materi, memberi kesempatan munculnya buku-buku terbitan baru, menciptakan pasar buku yang diharapkan laris di masyarakat.
Yang kami sayangkan ialah pemutarbalikan fakta dengan rekayasa arti, atau pun mengenyampingkan pemahaman yang semestinya disampaikan ke masyarakat itu dengan mengatasnamakan Islam, bahkan membawa nama Allah Yang Maha Qudduus. Padahal Islam sangat melarang penyebaran fitnah dan tuduhan palsu, apalagi dengan membawa nama Allah.

Jawaban spesifik terhadap tuduhan dan fitnah tersebut telah diterbitkan baik dalam bentuk tulisan, maupun video dan CD. Bahkan dapat di akses melalui website http://www.alislam.org. Waktu yang singkat dan terbatas seperti ini tidak cukup untuk menjawab satu persatu tuduhan-tuduhan tersebut secara spesifik. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami memilih untuk menyampaikan penjelasan akidah Islam yang kami-Jemaat Ahmadiyah-yakini. Dengan penyampaian penjelasan ini, kami menyatakan bahwa pernyataan segelintir orang tentang Jemaat Ahmadiyah, yang tidak sesuai dengan penjelasan kami, atau provokasi yang dilontarkan pihak tertentu tentang Ahmadiyah adalah dusta belaka dan menjadi tanggung jawabnya di depan hukum dan terutama dihadapan Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa, dan Maha Pemberi Balasan.

Sejarah Ahmadiyah sedunia yang lebih dari 100 tahun, menjadi saksi tak terbantahkan atas nasib orang-orang yang memfitnah dan menimpakan keaniayaan terhadap orang-orang Ahmadiyah yang tidak berdosa. Penjelasan kami ini sekaligus merupakan harapan kami kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sekelompok orang yang akan membawa mereka kepada langkah yang dapat mengundang kemurkaan Allah, sebab Allah Taala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah/menganiaya orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan lalu mereka tidak bertobat, niscaya bagi mereka ada adzab neraka jahanam dan bagi mereka ada adzab yang membakar.” (QS. Al-Buruj / 85 : 11).
Semoga Allah yang Maha Pengasih, melindungi umat Islam dan Bangsa Indonesia dari terpengaruh oleh provokasi yang hanya akan merugikan diri sendiri, aamiin.
Adapun penjelasan Aqidah Islam yang diyakini oleh Jemaat Ahmadiyah, dapat kami uraikan satu demi satu Rukun Iman dan Rukun Islam, sebagaimana yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Suci Muhammad Rasulullah Shallallaaahu ‘alaihi wasallam yang penjelasannya kami kutip dari wejangan Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘alaihis salaam dan para Khalifah beliau –Imam International Jemaat Ahmadiyah.

I. Rukun Iman
1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya
3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya
4. Beriman kepada Rasul-rasul-Nya
5. Beriman kepada Hari Akhir
6. Beriman kepada Qadha & Qadar, baik dan buruknya.

II. Rukun Islam
1. Mengucapkan Dua Kalimah Syahadat
2. Melaksanakan/Menegakan Shalat
3. Berpuasa di bulan Ramadhan
4. Membayar Zakat
5. Menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah (Mekkah).

Penjelasan :
I. Rukun Iman
I.1. Beriman kepada Allah
Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. menjelaskan:
“Untuk mengikuti ajaranku seseksama-seksamanya dikehendaki, bahwa mereka harus berkeyakinan, bahwa mereka mempunyai satu Tuhan yang Qadir (Maha Kuasa), Qayyum (Yang Berdiri Sendiri) dan Khaaliqul Kul (Pencipta segala sesuatu yang ada), yang sifat-sifat-Nya tak kunjung berubah, serta kekal dan abadi. Ia tidak mempunyai anak. Ia Suci-Murni dari jejak penderitaan, dari dinaikkan ke tiang salib dan dari mengalami suatu kematian. Ia sedemikian rupa, bahwa meskipun dekat namun jauh. Walaupun Tunggal, tapi penjelmaan-Nya nampak dalam bermacam ragam corak. Manakala ada terjadi suatu perobahan di dalam diri seorang manusia, bagi orang itu Dia menjadi Tuhan yang baru, dan Dia memperlakukannya dengan penjelmaan-Nya yang baru. Orang itu melihat suatu perubahan di dalam wujud Tuhan menurut proporsi dari perubahan yang ada pada dirinya – tetapi, hal ini bukanlah seakan-akan terjadi suatu perobahan di dalam Wujud Tuhan, karena sesungguhnya Dia tidak akan sekali-kali mengalami perobahan, dan Wujud-Nya memang paripurna; tetapi dengan tiap-tiap perobahan yang berlaku di dalam diri manusia yang menjurus kearah kebaikan, Tuhan pun menjelmakan diri-Nya terhadap manusia itu di dalam bentuk penjelmaan baru. Dengan tiap-tiap usaha kemajuan pada diri manusia, Tuhan pun memperlihatkan diri-Nya dengan penjelmaan yang lebih agung lagi perkasa. Ia menampakkan sesuatu penjelmaan dari kodrat-Nya yang luar biasa, hanya apabila manusia memperlihatkan suatu perubahan di dalam dirinya secara luar biasa pula; inilah akar dan landasan dari keajaiban dan mu’jizat-mu’jizat yang dipersaksikan oleh sekalian hamba-hamba Allah. Beriman kepada Allah swt., serta kepada segala kekuatan-kekuatan itu, merupakan syarat yang penting bagi Jema’at kita. Resapkanlah keimanan ini ke dalam kalbumu. Berikanlah tempat yang utama kepada keimanan itu lebih daripada kepada urusan pribadi, kesenangan-kesenganmu dan segala hubungan-hubunganmu. Dengan perbuatan-perbuatan nyata disertai keberanian yang tak kenal menyerah, perlihatkanlah kesetiaan dengan sejujur-jujurnya.
Orang-orang lain di dunia ini, tidak menganggap Tuhan sebagai suatu Zat yang lebih penting dari harta benda mereka dan sanak saudara serta karib kerabat mereka. Akan tetapi kamu harus memberikan kepada-Nya tempat yang paling utama, agar supaya di Langit kamu dituliskan di dalam daftar Jema’at-Nya.” (Ajaranku, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, hal. 1-3, Penerbit Yayasan Wisma Damai, Bogor, 1993)

I.2. Beriman kepada malaikat-malaikat-Nya

وَ اَعْتقَِدْ اَنّ لِلّهِ مَلَاءِكَةً مُقَرّبِيْنَ لِكُلِّ وَاحِدِ مِنْهُمْ مَقَامٌ مَعْلُوْمٌ
Dan aku berkeyakinan bahwa sesungguhnya Allah itu mempunyai malaikat-malaikat yang dekat, masing-masing dari mereka mempunyai kedudukan tertentu …. (Aainah Kamalaati Islaam, Hal. 384)

“Dari antara keberatan-keberatan yang diajukan ialah “Apa perlunya bagi Allah Ta’ala menggunakan malaikat-malaikat? Apakah kekuasaan Allah Ta’ala seperti pemerintahan manusia yang memerlukan pegawai dan memerlukan lasykar-lasykar sebagaimana manusia membutuhkannya?

Jawabannya ialah, hendaknya difahami bahwa Allah Ta’ala tidak memerlukan apapun, tidak memerlukan malaikat, tidak memerlukan matahari tidak bulan dan tidak bintang-bintang. Tapi Dia berkehendak agar qudrat-qudrat-Nya zahir melalui sesuatu sarana agar supaya dengan jalan demikian hikmah dan ilmu menyebar dikalangan manusia. Jika suatu sarana perantara tak ada, maka didunia ilmu tak mungkin ada Ilmu Hayat (Biologi), Ilmu Astronomi, Ilmu Alam (Fisika), Ilmu Kedokteran, Ilmu Botani.

Sarana-sarana inilah yang telah menumbuhkan ilmu pengetahuan, renungkan dan perhatikanlah oleh kalian jika kamu berkeberatan menerima pengkhidmatan para malaikat, maka keberatan seperti itulah yang mestinya muncul ketika memanfaatkan matahari, bulan, bintang-bintang, planet, benda-benda, unsur-unsur. Orang yang memiliki sedikit saja ma’rifat, iapun mengetahui bahwa setiap zarrah bekerja sesuai dengan iradah Allah Ta’ala dan setiap tetes air yang masuk kedalam tubuh kita, air itupun tidak akan berpengaruh baik atau buruk terhadap tubuh kita tanpa izin Allah. Jadi semua zarrah dan bintang-bintang dan lain-lain pada hakikatnya merupakan sejenis malaikat yang siang malam sibuk memberikan pengkhidmatan. Sebagian sibuk berkhidmat pada jasmani manusia, sebagian berkhidmat pada ruh. Dan Allah Yang Maha Bijaksana, jika demi untuk memelihara tubuh manusia berkehendak menggunakan banyak sekali sarana dan menciptakan berbagai macam pengaruh lahiriah agar dapat berpengaruh pada tubuh manusia dengan berbagai macam cara, Tuhan yang Tunggal dan tidak memiliki serikat itulah yang didalam pekerjaan-pekerjaan-Nya nampak kesatuan dan keharmonisan, Dia-pun menghendaki agar pemeliharaan rohani manusia pun sesuai dengan sistem dan cara demikian sebagaimana yang telah diterapkan pada pemeliharaan jasmani agar kedua sistem (Jasmani dan Rohani), secara zahiriah dan bathiniah, dan secara rohani dan jasmani melalui keseimbangan dan kesatuan itulah dapat menunjukkan adanya Wujud Maha Pencipta, Maha Tunggal dan Yang Maha Mengatur dan Ber-iradah.

Jadi inilah sebabnya pemeliharaan rohani manusia bahkan bagi pemeliharaan jasmani pun telah ditetapkan sarana-sarana berupa para malaikat. Namun sarana-sarana ini berada didalam kekuasaan Allah Ta’ala, dan laksana sebuah alat yang digerakkan oleh tangan suci-Nya, dan alat itu tidak memiliki iradah sendiri dan tidak memiliki kemampuan bergerak. Sebagaimana udara masuk kedalam tubuh kita atas perintah Allah Ta’ala dan atas perintah-Nya pula keluar dari tubuh kita, dan atas perintah-Nya pula memberikan pengaruh, maka demikian pula bentuk dan keadaan para malaikat sebagaimana firman-Nya: “Mereka melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka” (Q.S. At-Tahrim: 7)

Keberatan yang diajukan oleh Pandit Dianand berkenaan dengan sistem para malaikat, alangkah baiknya jika dia mendapatkan pengetahuan tentang sistem yang dijalankan oleh Allah Ta’ala pada jasmani dan rohani agar supaya bukannya dia mengajukan keberatan tapi justru ia mengakui kesempurnaan ajaran Al Qur’an bahwa betapa di dalam kitab suci ini terdapat gambaran yang benar dan tepat tentang hukum alam (Aina Kamalaati Islaam, catatan kaki halaman 85 -88).

I.3. Beriman kepada kitab-kitab-Nya
Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan: “Al Qur’anul Karim adalah suatu Mu’jizat sedemikian rupa yang tidak ada bandingnya baik dimasa dahulu maupun dimasa yang akan datang. Mutiara karunia-karunia dan berkat-berkatnya terus menerus berlangsung dan setiap zaman terus menerus unggul dan cemerlang sebagaimana dimasa yang mulia Rasulullah saw.; selain itu hendaknya diingat juga hal ini bahwa kalam setiap orang bersesuaian dengan kemampuannya sebagaimana tingginya kemampuan; tekad dan maksud maka sederajat itu juga kalam yang diperolehnya. Jadi dalam hal wahyu Ilahi pun keadaan itulah yang nampak. Seorang yang menerima wahyu, setinggi apa kemampuannya maka sederajat itu juga kalam yang akan diperolehnya. Dikarenakan jangkauan kemampuan, kesanggupan dan tekad Yang Mulia Rasulullah saw. sangat luas, maka kalam yang beliau peroleh pun sederajat dengan itu, dimana tak akan ada orang lain yang akan lahir memiliki kemampuan dan kesanggupan demikian, sebab penda’waan beliau tidak hanya terbatas untuk waktu tertentu atau kaum tertentu, sebagaimana keadaan nabi-nabi sebelum beliau. Bahkan berkenaan dengan beliau, Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ … اِنِّىْ رَسُوْلُ اللهِ اِلَيْكُمْ جمَِيْعًا dan وَ مَا اَرْسَلْنَاكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ
Seorang yang jangkauan pengutusan dan risalahnya demikian luasnya, maka siapakah yang akan dapat menandinginya. Jika sekarang ini ada orang yang mendapatkan ilham berupa ayat-ayat Al Qur’an maka menurut pendirian kami jangkauan ilham orang itu tidak akan seluas jangkauan ayat yang diterima oleh yang mulia Rasulullah Saw karena berbeda.” (Malfoozhaat jld. 3 hal. 57).

I.4. Beriman kepada Rasul-rasul-Nya.
Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan: “Aku senantiasa memandang dengan pandangan kekagum-kaguman kepada sang Nabi Arabi yang bernama Muhammad (ribuan salawat dan salam semoga terlimpah kepada beliau). Betapa tingginya martabat beliau ini, kita tidak dapat meng-agak-agak batas puncak ketinggian kedudukannya. Bukanlah pekerjaan manusia untuk menilai quwwat qudsiah-nya (daya pengqudusan), dengan sepenuh-penuhnya. Sungguh sayang, martabatnya yang luhur itu tidak dikenal manusia sebagaimana seharusnya dikenal. Tauhid yang telah lenyap dari muka bumi telah dibawa kembali untuk kedua kalinya oleh sang pahlawan itu, ia mencintai Tuhan dengan kecintaan yang sedalam-dalamnya. Dalam pada itu jiwanya larut selarut-larutnya di dalam memperlihatkan rasa kasih kepada sesama umat manusia. Oleh karena itu, Tuhan yang mengenal rahasia hati beliau melimpahkan kepadanya, keutamaan diatas para nabi seluruhnya dan diatas segala generasi masa lampau dan masa yang akan datang. Dia menggenapi segala hasrat yang dikandung hati beliau di dalam masa hidupnya. (Rukhani Khazaain, jilid 22; Hakikatul Wahyi hal. 118 – 119).

“Bila kita memperhatikan dengan pandangan yang adil, maka kita akan mengetahui bahwa dari seluruh mata rantai kenabian hanya seorang yang gagah berani, hidupnya penuh semangat dan paling dikasihi Tuhan, yaitu penghulu segala Nabi, kebanggaan para Rasul, mahkota seluruh Utusan Tuhan yang bernama Muhammad Musthafa saw. (Rukhani Khazaain, jilid 12; Sirajum Munir hal. 82).

I.5. Beriman Kepada Hari Qiyamat
Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan: “Salah satu tanda terbesar dari tanda-tanda dekatnya Hari Qiyamat ialah apa yang dapat diketahui dari Hadits yang dikemukakan oleh Imam Bukhari dalam kitab Sahihnya, yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash r.a. yaitu:

Artinya: “Ilmu akan hilang bersamaan dengan wafatnya para ulama sehingga ketika tak seorang ulama pun yang tinggal, orang-orang menjadikan orang yang jahil sebagai pemimpin. Maka, mereka memberikan fatwa tanpa ilmu; sehingga mereka tersesat dan menyesatkan.”

Yakni dikarenakan wafatnya para ulama maka ilmu akan hilang sehingga ketika tak seorang ulama pun dijumpai maka orang-orang akan menjadikan orang-orang jahil sebagai panutan dan pemimpin, dan akan merujuk kepada mereka jika menanyakan masalah-masalah agama.

Maka orang-orang tersebut dikarenakan tuna ilmu dan ketiadaan kemampuan mengambil kesimpulan, akan memberikan fatwa yang bertentangan dengan cara-cara yang benar dan patut. Maka mereka sendiri (yang berfatwa) juga sesat dan juga akan menyesatkan orang lain. Dan selain itu ada lagi dalam sebuah hadits yang menyatakan bahwa orang-orang yang memberikan fatwa pada zaman tersebut yaitu para pemuka agama adalah yang terburuk dari antara penduduk bumi.

Masih ada lagi sebuah hadits yang didalamnya dikatakan bahwa mereka itu membaca Al Qur’an akan tetapi Al Qur’an tidak akan turun melewati tenggorokan mereka yakni mereka tidak akan mengamalkannya.

Demikianlah masih banyak hadits-hadits yang berkenaan dengan para pemuka agama dizaman.

Namun pada kesempatan ini kami hanya memberikan bukti hadits ini sebagai contoh yang berkenaan dengan fatwa yang keliru sebagaimana telah kami sebutkan diatas, agar supaya setiap orang mengetahui bahwa pada masa ini dari wujud para pemuka agama seperti itu, jika dapat diperoleh faedah maka faedahnya hanya sekedar orang-orang teringat akan Hari Qiyamat dan dapat mengenal dekatnya Hari Qiyamat dengan melihat penampilan, sikap dan perilaku mereka; dan kita masing-masing dapat menyaksikan terpenuhinya salah satu khabar ghaib dari Hazrat Khatamul Anbiyya Salallahu ‘alaihi Wa Salam.” (Aina Kamalaati Islam, hal 605, Nushrat Art Press, Rabwah).

I.6. Beriman kepada Qadha dan Qodar
Akhirnya sehubungan dengan Rukun Iman keenam, Hadhrat Imam Mahdi a.s. bersabda, “Orang-orang melontarkan kritikan mengenai ini, yakni mengapa taqdir itu terdiri dari dua bagian? Maka jawabnya adalah, pengalaman memberi kesaksian akan hal itu, yakni kadang-kadang tampil dalam bentuk-bentuk yang sangat berbahaya dan manusia benar-benar jadi putus asa. Namun, melalui do’a dan sedekah serta pengorbanan, akhirnya bentuk-bentuk bahaya tersebut jadi hilang. Jadi, akhirnya terpaksa diakui bahwa jika Taqdir Mu’allaq (taqdir yang masih dapat berubah) itu tidak ada, dan segala sesuatu yang berlaku hanyalah Taqdir Mubram (taqdir yang tidak dapat berubah), maka mengapa bisa terjadi penolakan bala? Dan kalau demikian berarti do’a serta sedekah dan sebagainya itu tidak ada artinya sedikitpun?

Beberapa iradah Ilahi hanya dengan maksud agar tumbuh rasa khawatir pada manusia sampai batas tertentu. Lalu jika ia memberikan sedekah dan pengorbanan, maka rasa khawatirnya itu dihilangkan. Permisalan pengaruh do’a adalah seperti unsur laki-laki dan perempuan. Jika syarat terpenuhi dan diperolah waktu yang tepat serta tidak ada kekurangan apapun, maka sesuatu masalah akan terhindarkan. Dan apabila yang berlaku Taqdir Mubram, maka tidak timbul sarana-sarana pengabulan do’a. Hati memang menginginkan do’a, akan tetapi perhatian tidak dapat terpusat sepenuhnya dan dalam hati tidak muncul rasa perih dan sedih. Shalat, sujud dan lain-lain yang dilakukannya tidak terasa nikmat; yang darinya dapat diketahui bahwa itu bukan akhir yang baik dan merupakan Taqdir Mubram.” (Malfoozhat, Jld. VII, hal. 87-88, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984).

II. . RUKUN ISLAM
II.1. Dua Kalimah Syahadat
Sehubungan dengan Rukun Islam pertama, beliau ‘Alaihis-salaam bersabda, “Aku ingin memperkenalkan diriku kepada mereka sebagai saksi keberadaan Allah Swt.” (Malfoozhat, Vol. I. hal. 307, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984).

“Hamba yang lemah ini telah diutus ke dunia menyampaikan pesan Allah Swt untuk menyatakan bahwa di antara semua agama yang ada saat ini satu-satunya yang benar dan sesuai dengan kehendak Allah Swt adalah yang dikemukakan oleh Al Qur’an dan Laa ilaaha illallaahu Muhammadur Rasuulullaah – tidak ada Tuhan kecuali Allah, Muhammad Utusan Allah – adalah pintu untuk memasuki Rumah Keselamatan.” (Malfoozhat, Vol. II, hal. 132, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984).

II.2. Menegakkan Shalat
Sehubungan dengan Rukun Islam kedua, Pendiri Jemaat Ahmadiyah menerangkan, “Apa yang dimaksud dengan Shalat? Ia merupakan suatu do’a khusus. Akan tetapi kebanyakan orang menganggapnya sebagai uang pajak bagi raja-raja. Orang yang tidak faham, sebegitu pun tidak tahu, apalah perlunya perkara-perkara itu bagi Allah Subhaanahu wa Ta’alaa ke Maha-Cukupan-Nya mana pula memerlukan supaya manusia sibuk dalam do’a, tasbih dan tahlil. Justru di dalamnya terdapat manfaat bagi manusia sendiri, bahwa dengan cara demikian ia dapat mencapai tujuannya. Saya sangat sedih menyaksikan bahwa pada masa kini tidak ada kecintaan terhadap ibadah dan kerohanian. Penyebabnya adalah suatu kebiasaan umum yang beracun. Kerena faktor itulah kecintaan terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’alaa menjadi beku. Dan kenikmatan yang seharusnya timbul di dalam ibadah, ternyata kenikmatan itu sudah tidak ada lagi.” (Malfoozhat, Vol. I, hal. 159-160, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984).

“Shalat merupakan alat untuk menghindarkan diri dari dosa. Shalat memiliki khasiat untuk menjauhkan manusia dari dosa dan perbuatan buruk. Oleh sebab itu, carilah oleh kalian shalat yang demikian. Berusahalah untuk menjadikan shalat-shalat kalian seperti itu. Shalat merupakan ruh/jiwa segala kenikmatan. Karunia Allah swt datang melalui shalat yang seperti itu. Jadi, kerjakan shalat dengan khusyuk, supaya kalian menjadi pewaris nikmat Allah Swt.” (Malfoozhat, Jld. V, hal. 126; Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984)

II.3. Puasa Bulan Ramadhan
Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan: “Masalah ketiga, yang merupakan Rukun Islam adalah Puasa. Kebanyakan orang tidak mengetahui akan hakikat puasa sedikitpun. Pada dasarnya orang yang tidak pernah pergi ke suatu negeri dan tidak kenal akan alam negeri itu, bagaimana mungkin dia dapat menjelaskan keadaan negeri tersebut? Puasa bukanlah sekedar suatu ibadah di mana manusia menahan lapar dan dahaga saja. Melainkan, dia memiliki suatu hakikat serta pengaruh yang dapat diketahui melalui pengalaman. Di dalam fitrah manusia terdapat ketentuan bahwa semakin sedikit dia makan maka sedemikian itu pula akan terjadi tazkiyatun-nafs (pensucian jiwa). Dan potensi/kekuatan kasyfiyah (kemampuan menerima kasyaf) pun bertambah. Maksud Allah swt. dalam hal itu adalah: kurangilah satu makanan jasmaniah dan tingkatkanlah makanan rohaniah. Orang yang berpuasa hendaknya senantiasa memperhatikan bahwa hal itu bukanlah berarti supaya menahan lapar saja, melainkan mereka itu hendaknya sibuk dalam berdzikir kepada Allah swt., sehingga ia memperoleh tabattul (surat Al-Muzammil, 73:9) dan inqithaa’ (memutuskan hubungan dengan urusan-urusan duniawi). Jadi, yang dimaksud dengan puasa adalah supaya manusia meninggalkan satu makanan yang hanya memberikan kelangsungan hidup bagi tubuh dan meraih makanan kedua yang dapat memberikan ketentraman dan kekenyangan bagi ruh. Dan, orang yang berpuasa semata-mata demi Allah swt., bukan sebagai suatu adat kebiasaan, mereka itu hendaknya terus sibuk dalam sanjungan, tasbih dan tahlil kepada Allah Swt., yang mana dari itu mereka akan memperoleh makanan kedua.” (Malfoozhat, Jld. IX, hal. 123, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984).

II.4. Membayar Zakat
Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan: “Perintah Zakat berulang-ulang disebutkan dalam kitab suci Al Qur’an, sedang penjelasannya secara rinci terdapat dalam Hadits-hadits Rasululah saw.
Allah Ta’ala berfirman: “Ambillah dari orang-orang beriman (yang bernaung di bawah pemerintah Islam) sedekah/zakat, agar engkau (Muhammad saw.) akan dapat membersihkan (hati mereka) dan juga engkau akan dapat membersihkan (harta benda (zakat)) mereka dari campuran harta orang lain dan do’akanlah mereka.” (At-Taubah, 9:104).

Perhiasan yang disimpan tapi kadang-kadang dipakai, zakatnya dibayarkan juga hendaknya. Pakaian perhiasan yang dipakai dan kadang-kadang dipinjamkan kepada orang-orang miskin, maka menurut fatwa setengah ulama, tidak wajib zakatnya. Pakaian yang dipakai sendiri dan tidak dipinjamkan kepada orang lain, lebih baik dizakatkan karena dia dipakai untuk sendiri. Di rumah kami, inilah yang dilakukan dan tiap-tiap tahun kami mengeluarkan zakat perhiasan di rumah kami. Tapi, perhiasan dan uang yang disimpan wajib zakatnya. Tidak ada ikhtilaf (pertikaian pendapat).” (Majmu’ah Fatawa-e-Ahmadiyah, Jld. I, hal. 163; terjemahan Mln. Ahmad Nuruddin r.a.)

II.5. Menunaikan Ibadah Haji
Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan: “Kami tidak pernah membuat Kalimah Syahadat atau Shalat atau Ibadah Haji atau masjid sekecil apapun yang terpisah dari mengikuti Rasulullah saw., tugas kami ialah untuk mengkhidmati agama Islam ini; dan memenangkan agama ini di atas semua agama lain serta mengikuti hukum-hukum Al Qur’an yang mulia dan hadits-hadits yang terbukti berasal dari Rasulullah saw. Hadits paling lemah pun kami anggap wajib diamalkan dengan syarat tidak bertentangan dengan Al Qur’an yang mulia; dan kami mengakui bahwa Bukhari dan Muslim ialah ashakhkhul-kutub sesudah kitab Allah.” (Malfoozhat, Jld. VII, hal. 138-139, Cet. Add. Nazhir Isyaat 1984)

Namun, ada sebagian orang Islam yang berupaya menghalang-halangi orang Islam yang ingin menunaikan ibadah Haji ke Baitullah. Padahal sikap demikian ini sangat bertentangan dengan Hadits Rasulullah saw. Hadhrat Rasulullah Saw bersabda:

يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ اِتّقُوْا اللهَ وَلَا تَمْنَعُوْا مِنَ الْحَجِّ شَيْئًا ِممّاَ يَنْتَفِعُ بِهِ فَاِنْ فَعَلْتُمْ فَاَنَا خَصْمُكُمْ يَوْمَ الْقِيَِامَةِ
Artinya:
“Wahai kaum Quraisy, bertaqwalah kepada Allah dan janganlah melarang orang mengambil manfaat dari ibadah Haji, apabila kamu melakukan pelarangan Haji, maka aku menjadi musuhmu di Hari Qiyamat.” (HR Abu Nu’aim dari Hadhrat Ibnu Abbas r.a. dan Kanzul-Umal, Juz V/12361)

Demikianlah sekilas penjelasan kami berkenaan dengan Aqidah Islam yang diajarkan oleh Yang Mulia Nabi Muhammad Rasulullah saw. sebagaimana dipahami dan diyakini oleh Jemaat Ahmadiyah sesuai dengan yang dijelaskan oleh Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Penjelasan beliau lebih rinci dan lebih luas terdapat di dalam 84 buah buku karya beliau berkenaan dengan Tauhid, Kemuliaan Al Qur’an Suci, Kemuliaan Nabi Muhammad Rasulullah Saw., dan Keindahan ajaran Islam. Selain itu terdapat di berbagai literatur Jemaat Ahmadiyah yang memuat wejangan-wejangan lisan beliau.

Berkenaan dengan pemahaman Jemaat Ahmadiyah mengenai Wahyu, Kenabian, Imam Mahdi dan Isa Al-Masih yang dijanjikan dan lain-lain dapat ditelaah melalui beberapa literatur yang kami hadiahkan dan sekali lagi dapat di akses melalui http://www.alislam.org.

Akhirnya kami berharap semoga penjelasan kami ini dapat memberikan kejernihan kepada hadirin, hadirat dan para pencinta kebenaran. Karena Allah swt., berfirman di dalam Surah Al Hujurat ayat 7 (49:7) : “Hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu seorang pendurhaka dengan membawa suatu khabar, selidikilah dengan teliti, supaya jangan kamu mendatangkan musibah terhadap suatu kaum tanpa pengetahuan dan kemudian kamu menyesal atas apa yang telah kamu lakukan.”

Ayat ini menasihatkan kepada kita bahwa jika orang pendurhaka, beritanya harus diteliti apa terlebih orang yang membawa berita dari Allah swt..

Semoga Allah Yang Maha Pemurah menganugerahkan Berkat dan Rahmat-Nya kepada kita sekalian. Wa aakhirud da’waanaa ‘anil hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Jakarta, 22 September 2005

Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia

*Disajikan pada Seminar Sehari dengan Tema “Kritik Atas Kebebasan Beragama di Indonesia”, yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) – LIPI, di ruang Seminar Lt. 1 gedung Widya Graha LIPI, Jl. Jendral Gatot Subroto, No. 10, Jaksel.
Add a Comment